Mesin Obras benang 4 merk Yamata – part 1

it’s new hot newsssss…..
GRESSSS banget lho kawan….🙂 (senyam-senyum gj gitu deh. tau gj kan? nggak jelas!!!!)

sekarang kita cerita-cerita lagiiiih ya…
pertanyaannya pasti: cerita apa?
atau bahkan kawans udah pada tau aku mau cerita apa dari judul postingannya. (bener-bener GJ ya? biarin ah!)

jadi…. ceritanya gini ya, Kawans:

akhirnya setelah selesai les tingkat dasar di Juliana Jaya (aku bukan promosi, cuma cerita. serius!!! karena sampe sekarang pun aku nggak dapet royalti apa-apa kok selain ilmu jahit menjahit. sumpah deh!)

balik lagi ke selesai les tingkat dasar, yuk!
okelah, guru les dan suami akhirnya mendukungku untuk menerima jahitan. ya udah, terus bikin promo dong, bikin iklan di FB dan IG, untuk iklan itu kan berarti kita harus punya modal. kira-kira modalnya apa, ya? kalau seperti aku ini, sekarang pekerjaannya penjual baju sekaligus penjahit, ya berarti modalnya adalah baju yang dijual atau hasil kreasi jahitan sendiri.

karena kemarin pas lebaran bikin baju yang keceh itu dan sudah upload di postingan sebelumnya, maka ya baju itulah yang aku jadikan iklanku. iklan untuk Pre Order (PO), kalau mau model sama ya aku bikinin, kalo mau model yang beda, ya selama aku masih bisa mengerjakannya pasti aku kerjakan.

Alhamdulillah, masuklah beberapa orderan, karena aku masih mengerjakan semua-semuaaaaanya sendiri, kecuali mengambil gunting, jarum pentul dan meteran (itu dibantuin Kaka lho…), maka aku-pun masih membatasi jumlah orderan yang aku kerjakan. dan tahu dong endingnya: mengeluh!!!

mengeluh? kok mengeluh sih? orang yang nggak punya orderan aja berharap dapat orderan! ini yang dapat orderan malah mengeluh!!! itu namanya tidak bersyukur!!!

iya, Kawans, aku tahu aku kurang bersyukur, tapi mau bagaimana lagi, akhirnya aku-pun mengeluh pada Kanda. mengeluh karena satu hal: nggak punya mesin obras!!! so…. ya aku harus ke pasar atau ke tempat obras. mmmm…. bolak-balik gitu ya menghabiskan waktu. beneran deh! karena jahitanku kan memakai standar yang aku buat, harus ‘agak’ perfectionist kalau tidak bisa dibilang nyaris sempurna (aduh… ini narsis beneran deh!)

mengeluh karena hal yang demikian itu masih nggak apa-apa kan ya? sekalian, di balik mengeluh itu ada misi terselubung. apa ya misi terselubungnya? hohohoho… baiklah aku beritahu:
MINTA DIBELIKAN MESIN OBRASSSS!!!

dan suamiku pun berkata dengan senyumnya, “Mau ditaruh dimana, bund….?”
mengingat rumah ibuku sudah macam gudang karena begitu banyak barang-barang milikku. serius deh!!!

dan akupun hanya bersedih hati. benar apa yang diucapkannya itu, tapi ada daya, aku butuh mesin obras juga!

hari berganti hari, orderan tetap kukerjakan namun mesin obras itu tak kunjung dibelikannya juga. ya sudahlah, ke pasar saja tak mengapa, sekalian beli buah, sekalian ajak Kaka jalan-jalan.

mengeluh ya tetap saja, hingga suamiku iba kali ya… hingga aku hampir menyelesaikan semua orderanku yang masuk bulan September lalu, suamiku pun berkata, “ya udah, beli mesin obras.”

Matakupun membelalak saking senangnya. “Serius?”
“iya,” jawabnya membuatku berbunga-bunga bahagia.
sungguh?
iya! sungguh!

langsung saja dengan mengandalkan Tante/Om Google aku bergegas searching-searching info mengenai mesin obras. sayangnya, hari itu adalah hari Ahad dimana kebanyak toko mesin jahit dan mesin obras tutup karena kebanyakan dari mereka harus beribadah di hari itu. sedih lagi dong ya?

jawabannya: IYAAAAA!!!!

akhirnya, setelah foto-foto hasil jahitan, aku, kanda dan Kaka memutuskan untuk jalan-jalan, tak tahu mengapa akhirnya kami tiba di Harmoni (dekat cipadu), niatnya ingin membeli setrika merk Panasonic yang berat itu, namun apa daya ternyata disana stoknya sudah tidak ada. sedih lagi?

IYAAAAAAA!!!!
ya iyalah. sudah jauh-jauh ke Cipadu mau beli setrika, yang mau dibelinya malah tidak ada, akhirnya kami malah mencoba alat refleksi kaki dan punggung. lumayan lha…. daripada lu manyun😀

nah, karena waktu sudah menunjukkan saatnya makan siang, kami langsung cau ke tukang jualan pempek di daerah Ciputat. kegemaran banget tuh pempek-nya. walau jauh dari Cipadu ke ciputat tapi tak mengapalah. yang penting makan!!!

disanalah, di saat menunggu pempek matang disajikan, Kanda searching-searching di berniaga dan OLX (bukan iklan lho….) dan trararara…. kamipun menemukan iklan mesin obras benang 4 merk YAMATA. harganya 4 juta. dijual sepaket dengan mesin jahit high speed. aduh… siapa yang nggak pengin coba? mesin obrasnya aja yang second harganya 2 jutaan lebih!

oke, keluarkan jurus-jurus pamungkas.
SMS ke nomor penjual. aih…. tak direspon.
yo wis…. telepon aja langsung. alamaaaak…. tak aktif pula!

bete? iyalah. kesel? ya lumayan. tapi sih… sebenarnya sedikit ngeri. khawatir minta tt, tapi barang tidak dikirim alias penipuan, secara harga yang tertera lumayan miring. ya nggak siiii?

sorenya kami telepon lagi, kali ini aktif, tapi sayang seribu sayang tidak diangkat. GGGGGRRRRR!!!

akhirnya kami sampai pada keputusan, “mungkin barangnya sudah terjual karena harganya murah.”

mendengar hal tersebut, hatiku sedih tak terkira. waaaaah, kalau hari ini tidak mendapatkan mesin obras, khawatir Kanda mengurungkan niatnya untuk membelikan mesin obras tersebut. pasrah sajalan….

tapi, menjelang Maghrib Kanda bertanya, “mau ditransfer berapa?”
mendengarnya membuatkan langsung focus (Hocus focus tralala: gayanya Masha) dan langsung menyebutkan, “lima juta!!!”
Kanda cuma mendelik sesaat, “kok jadi lima juta? tadi kan harganya empat juta!”
akupun hanya tersenyum. “ya siap-siap aja. takut harganya mahal.”
dan Kanda-pun mentransfernya. aaaaahhhhh so sweet…. bahkan ini lebih manis dibandingkan diberikan bunga! sungguh!!!

ok, keesokannya, karena hari Senin, langsung saja menelepon beberapa toko rekomendasi untuk membeli mesin obras, diantaranya toko mesin jahit yang di Cipulir (no telp cari sendiri di website http://www.rumahjahithaifa.com ya…) dan toko AMJ alias Aneka Mesin Jahit tempat dimana diriku membeli SUV1.

nah, dari kedua toko tersebut aku dapat informasi bahwa harga mesin obras 4 benang merk YAMATA tipe FY747A yang baru harganya 3.250.000 (free ongkir), sementara toko yang satu lagi 3.400.000 (belum termasuk ongkir).

terus info-info deh ke Kanda tentang harganya dan karena Kanda lagi tenis sama teman kantor, jawabnya agak lama. setelah kami berdiskusi, akhirnya diputuskan kalau besok baru pesan satu mesin obras yang free ongkos kirim. sippo!!!
YESSSSSS!!! jadi dong ya punya mesin obras 4 benang!!! yei yei ye ye ye…

cukup disitu ceritanya?
belum kawaaaansssss. sungguh! belum selesai!!!
dan aku pun belum memesan mesin obras 4 benang ke toko mesin jahit yang dimaksud.

Wanna to know the ending of this story?
part dua ya saaaayyyy….

Tangerang Selatan, 11 Oktober 2014 12:32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s