sprei and personal fish pillow

hampir dua bulan nggak posting itu rasanya: KANG-GEN!!!!

kangeeeeeeeeeeeeen bingits! (ala anak muda jaman sekarang, hehehe)

so…., yuk kita mulai bercerita;

sudah lama sekaleee pernah dianter kakanda ke toko bahan kiloan di ciputat, terus didapatlah bahan-bahan berbidang lebar… alias lebarnya lebih dari yang standar, lebih dari 2 m, motifnya cakep pula, motif ikan, ya udah, langsung deh ide-nya mau dibikin sprei. tapi…. ya biasa-lah diriku itu, suka geje alias nggak jelas, kalo kakanda mah bilangnya, “bunda itu kebanyakan kepenginnya… pengin ini, pengin itu, tapi nggak dikerjain…”

bikin cemberut sih pernyataannya, tapi… mau dikata apa lagi, itu kan kenyataan, bukan pencitraan (Oops!).

so… saat punya waktu dan punya mood yang cukup oke, maka saatnya kita bergerak, si kain yang motifnya cakep bingits itu pun akhirnya direlakan untuk digunting-gunting. kayak begini nih penampakannya:

ikannya kelihatan nggak cerah karena ini posisinya terbalik.

sprei ikan

motifnya kelihatan kurang keceh ya….? hehehe, maaf ya kawans soalnya ini diambil dalam kondisi sedang di-jemur, habis dicuci, jadi… posisinya kebalik, ini bagian dalamnya. lecek pula karena nyucinya pake mesin cuci.😉

niat hati ingin bikin sepaket sama pillow-nya, tapi…. apa mau dikata, si kain motif cakepnya cuma tersisa sedikit. maka dengan sedikit putar otak di-dapatlah ide yang… ya… bisa dikatakan sedikit cemerlang, yaitu: hm… kayaknya keren kalo bikin pillow warna dasarnya hitam, terus ada namanya, terus dikasih motif yang sepaket sama motif sprei-nya. so… setelah bejibaku dengan kain-kain berwarna hitam, sisa kain motif ikan yang cakep ini, mesin jahit dan cuaca pinggiran jakarta yang–you know-lah–hasilnya jadi begini:

pillow ikan Dyra

pillow ikan Dyra

lucu kan, ya? lucu dong!!! edisi: MAKSA….

kaka senengngng bingits dibikinin pillow ini. kaka belum bisa baca, tapi dia tau kalo ini bantalnya karena mengenali bentuk dan warna ikannya. kadang aku bilang gini, “ini bantal bunda…,” langsung aja si kaka protes, “ini bantal dyra. nih ada tulisan: nama dyra.”

hehehe. cuma ketawa aja dengernya. kan tulisan bordir mesin jahit portable-nya cuma: Dyra.

tapi…, masa sih cuma bikin satu? ya parent-nya nggak mau kalah dong ya, maka ini adalah punya bunda:

pillow ikan bunda

pillow ikan bunda

dan yang ini punya ayah:

pillow ikan ayah

pillow ikan ayah

nah, kalo dijejerin jadi kayak gini, ya:

pillow fis

pillow fish

untuk aplikasi bordirnya, ini manual pake mesin jahit biasa, cuma pilih mode jigjag aja, jadi… ya hasilnya handmade dan… tentunya penuh cinta.

oh iya, kreasi ini bukan karena tujuan bikinnya memang model seperti ini, tapi ini semua karena keterbatasan bahan yang ada (kain motif ikan). so… buat temen-temen yang suka berkarya tapi punya keterbatasan modal, bahan, alat, atau apapun juga, jangan dijadiin alasan untuk tidak berkarya, karena sejatinya para seniman adalah mereka yang mampu mengerjakan apapun yang orang lain kadang tak terpikir untuk mengerjakannya. edisi: sok tahu.

kangenku terobati sudah.

terima kasih.

mohon maaf lahir dan batin. mengingat ini tanggal 2 syawal.

Tangerang Selatan, 29 Juli 2014

 

One thought on “sprei and personal fish pillow

  1. Pingback: I—kaaaan…. i—- kaaaaaannn… | it's about my new life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s