Tak ada meja, container susun pun jadi…

Dari kemarin (30/10) hingga hari ini (31/10), aku memang mem-posting pembelian kamera dan longdress (yang ini sebenarnya sudah dibuat lama, kira-kira bulan Agustus). Kenapa aku tidak mem-posting hal baru? seperti halnya sesuatu yang baru aku jahit? alasannya karena satu hal: selama hampir dua pekan kemarin aku memang tak menyentuh SUV1-ku (baca: Janome SUV1122).

Apakah karena malas?

Tidak!!! bukan itu alasannya.

Lalu?

Baiklah, mari kita sedikit bercerita.

Bulan Oktober ini, aku mengatur jadwal sedemikian ketat sehingga aku bisa ambil libur dari tanggal 18 Oktober sampai tanggal 29 Oktober (baru masuk lagi tanggal 30 Oktober), niat hati ingin memanfaatkan waktu libur untuk menjadi SAHM dan membuat longdress (lagi) beserta semacam blazer untuk pasangannya, juga membuat kemeja untuk Kanda dan satu gamis kecil buat Kaka (dan aku sudah berjanji sama Kaka dan Kanda untuk membuatkannya, sayangnya janji ini tidak–belum–terpenuhi). Untungnya mereka memahami kondisiku.

Awalnya adalah saat Pap smear di YKI (Yayasan Kanker Indonesia) di Menteng, dokter yang memeriksaku mengatakan bahwa KB IUD (AKDR/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) yang aku gunakan sejak dua tahun yang lalu posisinya sudah bergeser dan sudah tidak bagus, maka Dokter cantik itu menyarankan untuk segera ke Obgyn dan mengganti AKDR tersebut.

setelah dicari waktu yang pas, berbarengan dengan Hari Menstruasi ke-4, maka jalan-jalanlah aku beserta Kaka ke salah satu klinik Bersalin (merupakan Klinik Bersalin langganan sejak hamil Kaka). disana bertemu dengan Obgyn (paruh baya yang cantik dan modis sekali, design bajunya perlu ditiru nih ;)). pemeriksaannya sebentar saja. dokternya pun langsung mengganti AKDR-ku dengan Nova-T, tapi…. rasa sakit (nyerinya) itu loh… bertahan selama 5 hari!!! Bayangkan! lima Hari!!!

rasanya itu seperti mules-mules mau melahirkan. selain itu aku harus menggunakan obat yang supp Va**** yang harus disimpan di lemari es (sementara di rumah kontrakan belum ada lemari es) jadilah aku menginap (lagi) di rumah ibuku seminggu lamanya. bete? iya juga. karena kangen banget sama SUV1…

tapi ini juga kan investasi kesehatan. kangen-kangenan sama SUV1-nya ditahan dulu deh, dan janji sama Kaka dan Kanda harus tertunda dulu.

sekarang sih aku sudah merasa lebih baik walau kadang terasa nyeri yang tipis (ringan) di perut kanan bawah. namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi aktifitasku yang sudah harus kembali masuk kantor.

BTW, berbicara tentang SUV1 dan kekangen kepadanya, aku jadi ingin share bagaimana cara aku menjahit padahal belum ada satu mejapun di rumah kontrakan. penasaran? (ih… GR!)

jadi, awalnya, setelah memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan, dan membayar uang kontrak rumah tersebut, aku, kaka dan Kanda “pindahan” dengan barang sederhana yang memang sangat dibutuhkan saja, seperti kasur (angin yang iklannya gencar banget di TV itu lho), peralatan masak, galon air minum isi ulang, kipas angin, container susun yang bisa dibongkar pasang dan tak lupa… aku membawa mesin jahit portable (kesayangan Janome SUV1122) sekaligus perlengkapan jahitnya.

cuma itu?

iya! cuma itu!

tanpa TV, Radio, Komputer, meja, lemari, rak buku, kursi, dll. karena memang cuma barang-barang yang memang diperlukan saja. pindahannya saja hanya dengan menggunakan motor Kanda sementara aku menenteng SUV1 di tangan kanan dan menuntun tangan Kaka dengan tangan kiri karena kami menggunakan angkutan KRL (commuter line). dan harus naik ojek dari stasiun ke rumah kontrakan (nggak sanggup jalan kaki seperti biasa).

untungnya anakku bukan TV addicted, dan akupun tidak. Kanda juga tidak (hanya saja dia suka menonton pertandingan sepak bola), jadi hidup kami tanpa TV it’s fine. baik-baik saja.

bahkan saat kami belum membelikan mainan untuk Kaka, Kanda dan Kaka malah berbarengan memainkan bobbin milikku (sehingga aku harus tersenyum terus melotot jengkel, “itu punya Bunda!!!”, hehehe)

dan saat Kaka sudah dibelikan mainan-pun (masak-masakan, kereta-keretaan, papan tulis magnet–disebut tab Kaka) dia tetap masih penasaran suka utak-atik perlengkapan jahit milikku. kadang aku merasa senang melihatnya “akrab” dengan semua itu, tapi kalo lagi lelah dan menghadapi pekerjaan rumit saat menjahit jadi jengkel juga karena yang lagi dibutuhkan suka dimainkan.

balik lagi ke SUV1, yuk…

kalo nggak ada meja, gimana cara mengoperasikan mesin jahit portable-nya? pasti itu pertanyaan yang terlintas di blog reader ini. baiklah, akan aku jelaskan.

pada awalnya, aku meletakkan SUV1 di lantai, duduk dilantai sambil membungkuk sedikit sementara kaki kiri harus menginjak dinamo tuh rasanya sesuatu banget, ya. Beberapa saat aku memang menggunakan posisi ini saat menjahit, hingga tibalah ide untuk meletakkan SUV1 itu di atas container susun yang aku bawa, sehingga aku harus berdiri saat menjahit sementara kaki kiri memainkan dinamo. akhirnya posisi inilah yang terus kugunakan sampai saat ini ketika menjahit.

pegal? ya lumayan sampai Kanda merasa iba sekaligus ingin membelikan meja untuk mesin jahitku. Akhirnya aku membeli meja yang sayangnya ketinggian sehingga tidak dapat dibawa dengan taksi. Meja itu kini hanya teronggok manis di rumah ibuku😦.

beginilah posisi SUV1, container susun dan jahitanku saat aku berakrobat dengan mereka semua:

saat harus berakrobat dengan SUV1122 tanpa meja, container susun-pun jadi

saat harus berakrobat dengan SUV1122 tanpa meja, container susun-pun jadi

kalau kita ada niat, apapun pasti bisa dilakukan!

Ganbatte!

Jakarta, 31 Oktober 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s